Minggu, 08 September 2013

Kelabu (cerpen)

Cerpen ini aku buat di tahun 2012, karena nggak lolos lomba jadi iseng share di sini aja, ya :)



KELABU
karya : Putri Eka Pertiwi

          Pagi itu aku kembali terbangun, telingaku yang telah terbiasa dengan suara kumandang adzan subuh memang selalu cepat bereaksi. Bukan untuk beribadah sih, tapi untuk, emm, menunaikan kebiasaanku suka buang air kecil subuh-subuh.
Dengan bergegas aku turun dari pulau empukku, dan melangkah kecil ke kamar mandi. Langkahku terhenti, mendengar sebuah gumaman dari ruangan yang berada tepat di sebelah kamarku. Dari dalam, aku mendengar Ummi tengah memanjatkan do’a, kuintip sejenak, tubuhnya yang tak lagi muda sedang menunduk dengan beralaskan sajadah merah marun kesayangannya, seraya menengadahkan kedua tangannya yang terlihat mulai bergurat. Seketika bibirku bergerak, menyunggingkan senyuman kecil, tak lama, lalu kembali berlalu.

***
Ibu.
Sebuah kata yang begitu menggetarkan. Tercetus haru, terdengar rindu. Dan Ibuku- adalah sebutan yang terindah bila terlantun dari bibir-bibir manusia. Kata yang penuh dengan cinta, kasih sayang, dan kerinduan yang secara tulus terpancar. Sebagai pelindung, penuntun, serta cahaya bagi siapapun yang membutuhkannya.
Kau segalanya, penegas lukaku di kala lara, merengkuhku dengan penuh cinta, dan kau buang sakitku, oleh belaian kasihmu.

***

"Ummi, malam ini kan malam tahun baru, aku mau ikut main sama teman-temanku. Minta uang, dong.” ucapku sambil mengolah menu sarapan dalam mulut, tanpa melihat ke arah Umi yang sedang susah payah mengangkat seember pakaian kotor dari kamarku.

Setelah meletakkan ember yang dibawanya, Ummi baru bereaksi.
“Uhuk. uhuk… Ehm. Mau main kemana? Bakar-bakar di depan rumah saja, kan?”

Aku mendengus, “Nggak lah, Mi. Aku mau jalan-jalan keluar. Selama ini kan aku belum pernah malam tahun baruan di luar. Boleh ya, Mi?”

Ummi masih belum menjawab, ia kembali sibuk mengurusi batuknya yang tak kunjung sembuh. Memegangi dadanya yang peyot tertutup untaian kain yang disebut jilbab. Uhuk-uhuk! Eerhhmm. Begitu terdengar.

“Mii, boleh ya? Udah sih boleh aja. Lagian aku juga ngapain di rumah? Ngurusin Umi mulu, bosan tau,”

Kulihat mata Ummi yang telah mulai memudar warnanya memandangku lemah. Sepertinya kaget dengan kata-kataku barusan. Aku masih menunggu jawaban Umi sambil mengambil lagi sepotong kue yang Umi siapkan untukku tiap pagi.

“Disini saja lah, apa bedanya sih tahun baru di luar sama di rumah? Sama-sama tahun baru, kan? Lagipula kamu masih kecil, masih 14 tahun. KTP saja belum punya. Nanti kalau terjadi apa-apa sama kamu, bagaimana?”

Tatapanku berubah sinis mendengar jawaban Ummi, lidahku berdecak kesal. Apaan sih, aku sudah besar! Aku sudah bisa mengatur diriku sendiri. Selama ini sudah cukup perhatian berlebih yang Ummi berikan padaku. Ditinggal Abi sejak kecil memang membuatku menjadi anak yang manja, dan sangat haus kasih sayang Ummi. Seseorang yang kupunya satu-satunya.

“Ummi juga lagi gak enak badan, Nduk. Uhuk! Kamu tho yo, yo…”

Aku berdiri, menghentakkan kakiku kesal. Lalu membentak Ummi keras. “Umi emang rese banget yah? Raissa sudah besar, Mi! Raissa juga butuh hiburan! Memang kerjaan Raissa cuma jagain Umi aja, apa? Raissa punya banyak teman!”

Ummi terjatuh, kakinya yang renta sepertinya terkejut dengan perkataanku dan tak tahan lagi menopang. Umi duduk di kursi makan, aku masih menatapnya kesal.

“Pokoknya aku mau ikut. Gak mungkin kan aku bilang sama mereka, alasanku gak ikut gara-gara gak boleh sama Ummi? Malu-maluin aja.”

Ummi memegangi dadanya, wajahnya terlihat sangat letih. Aku memutuskan berhenti bicara, melihat keadaan Umi seperti itu. Lantas berjalan cepat masuk ke kamar. Oh, ada yang terlupa.

“Aku minta uang,”

Umi menatapku lemah, cukup lama.

“Minta uang, Ummi… Ummi tega lihat anaknya nanti diejek sama teman-temannya gara-gara ikut jalan tapi gak punya uang?”

Ummi menghela napasnya panjang, lalu merogoh kantung dasternya yang using dan berwarna muda, maksudnya memudar. Mengeluarkan sebuah kain bertali dari sana.

“Sini, buat aku semua, ya?”

Mata Ummi terbelalak, aku tersenyum senang. “Jangan semua, nduk. Itu untuk makan kita sampai nanti malam, lho. Hari ini Ummi belum nyuci, jadi belum dapat uang.”

            “Yaudah, kan belum, berarti bakal? Iya kan? Ummi berangkat kerja dong, biar bisa dapat uang.”

            “Umi lagi nggak enak badan, nduk… mungkin nanti agak siangan.”

Aku menjulingkan mata, belagak.

            “Ya kalau gitu gimana bisa dapat uang? Udah siang mana ada yang mau nitip cucian sih, Mi? haduh, lagian Ummi salah sendiri, kenapa harus jadi tukang cuci.”

Uhuk… Uhuk! Batuk Ummi terdengar semakin parau, aku berjingkat, dan memutuskan untuk masuk ke kamar.

“Raissa nanti siang berangkat ya, Mi? kalau Umi pulang kerja Raissa udah gak ada, berarti Raissa udah pergi.”

Kulihat tubuh Umi tiba-tiba bergetar hebat, seperti bergidik, hampir terlihat seperti kejang, namun hanya sebentar. Aku meringis, kenapa lagi dia? Lantas masuk ke kamar untuk tidur lagi.

***

Yihaa!

Malam tahun baru.

Aku yang sedang asyik bersenang-senang dengan teman-temanku ,tersenyum senang melihat percikan-percikan kembang api di atas langit malam berteriak kencang, beberapa ada yang meniup terompet tanda sambutan datangnya tahun baru. Aku yang baru sekali merasakan keramaian seperti ini hanya bisa ikut tertawa, memeriahkan pesta kembang api di puncak akhir tahun 2011.

Lama kelamaan percikan kembang api pun berkurang, hanya dari beberapa tempat saja yang masih berebutan menghiasi indahnya malam ini. Namun di tempatku sekarang, kembang apinya sudah habis, sepertinya.
Aku melihat jam digital yang bertengger di pergelangan tanganku, pukul 01.10. Wah, sudah dini hari ya? Pertama kalinya aku seperti ini. Haha. Aku senang sekali. Tak lama, aku merasakan seseorang merangkulku dari belakang. Aku berpikir dia salah satu temanku yang pergi bersamaku malam ini. Ternyata…

“Fauzi?” aku terperangah. Yang kusebut Fauzi tadi justru tersenyum.

“Hai, Sa. Tumben lo mau ikutan acara begini? Haha.” Ucapnya, sambil masih merangkulku. Aku bergeming.

“Emm, aku harus pulang.” Ucapku, mencoba melepaskan rangkulan Fauzi dari tubuhku yang terbuka. Ya, aku dipaksa teman-temanku memakai pakaian seperti itu. Sungguh, aku tidak pernah punya pakaian seperti ini.

“Gimana kalo lo ikut kita dulu?”
Aku menatap mereka sangsi.

“Kita minum-minum sebentar, pesta dikit lah… 2012, coy!”

Belum menjawab, aku hanya tersenyum, mengingat Umi yang pasti sudah mengkhawatirkan aku di rumah.

            “Sebentar saja, masa udah sejauh ini, lo masih takut?”

Tanpa menunggu jawabanku, mereka menyeretku masuk ke sebuah warung kecil di pinggir jalan. Tak jauh dari tempat kami melihat kembang api tadi. Aku ikut duduk. Beberapa diantara mereka menghisap rokok, dan menghembuskannya. Nikmat sekali kelihatannya, pikirku.

            “Mau coba?” tawar seorang temanku seraya membuka bungkus rokoknya. Aku menggeleng pelan. Ia menyundutkan ujung rokoknya ke rokok yang baru saja dikeluarkan.

            “Hisap deh, nikmat.” Perintahnya. Dengan enggan, namun penasaran, aku mulai menghisap. Ah, sesak.

            “Uhuk… uhuk!”

Terbatuk, aku jadi ingat Umi di rumah.
            “Pertamanya emang gitu, lama-lama juga nggak.” Ujar temanku lagi.

            “Mau coba yang lebih ekstrim?”

Aku bertanya, “Apa?”

Temanku, Daina memberikanku segelas air putih. Oh, aku pikir apa yang ekstrim.

            “Minum deh,”

Dengan percaya diri, aku meminum air putih yang tadi diberikan.

            “Hoek! Ih, apaan nih, Dai? Bau! Yeak,” protesku. “Kayak bensin.”

Daina menggeleng, gemas, lalu menyodorkan kembali gelas berisi ‘air putih berbau bensin’ itu padaku. Aku berusaha menolak, namun sepertinya tak bisa mengelak.

***

          Duniaku berputar. Entah dimana sekarang aku berada saat ini, sungguh, aku sama sekali tak bisa berpikir, semua terasa melayang-layang. Seingatku tadi aku bersama teman-temanku, dan… ah, iya. Mereka menurunkanku di pinggir jalan.
Sial. Pandanganku kabur-kaburan. Sedikit-sedikit aku melihat daerah sekitarku. Ada warung Mbok Sumi. Ini sudah dekat rumah! Hanya tinggal berjalan sedikit lagi saja, lumayan sih.

“Heaah…” desahku. Aroma napas yang kukeluarkan sangatlah tidak enak. Aku mual. Sekarang, semua yang kulihat hanyalah bayangan-bayangan kabur dan tidak jelas.

          Masih berjalan tergopoh, aku bersyukur masih dapat mengingat jelas arah kerumahku. Ah, tapi pandanganku buyar semua. Tiba-tiba, aku melihat sebuah cahaya yang kuat bersinar dan menembus retinaku. Entah itu cahaya apa, namun telingaku yang masih berfungsi baik mendengar sebuah suara klakson mobil. Dan, teriakan.

BRUK…

            Aku merasakan sakit yang luar biasa menimpa tubuhku. Bagaimana tidak? Tubuhku didorong sesuatu dengan tenaga yang sangat kuat sehingga aku terpental seperti ini. Persetan! Siapa yang mendorongku? Hah? Teriakku dalam hati, lalu membuka mataku lebar.

            Kali ini aku dapat melihat dengan jelas! Yah, sangat jelas bahkan. Seseorang wanita renta sedang tiduran di tengah jalan, didampingi sebuah truk besar disampingnya, yang sepertinya sedang berusaha untuk kembali menancap gas. Ah, sepertinya dia tidak sedang tiduran, pelipisnya mengucurkan darah yang sangat banyak, mengalir deras sekali. Aku mendekatkan wajahku dengan tubuh renta itu, pandanganku kini mulai jelas, jelas, dan…

“UMMI…!”

***
            “Ummi mengkhawatirkanmu, Nduk...”

Ucapnya parau di sela isakkanku. Aku mencoba berteriak, ingin sekali berteriak! Namun, saat itu aku benar-benar lupa cara berteriak. Aku menangis, parah.

            “Tuntun Ummi dua kalimat syahadat, Nduk…”

Napasku yang sesak berusaha membantu Ummi untuk yang terakhir kalinya,

            “Assyhadu allaa illaha’ilallahu… wa’assyhadu annaa Muhammadarrasulullah…”
***

Sehelai jiwa yang suci kini telah pergi. Tak ada lagi tawa bersama, tak ada lagi air mata cinta, tak ada lagi asa yang selalu menggetarkan jiwa, menyemangati hari-hariku dengan halus sentuhannya, keindahan lekuk bibirnya, siluet tubuhnya yang sudah renta terbalut dengan kain di sekujur tubuhnya. Sekarang aku baru menyadari, inilah yang dapat kusebut sebagai pilu.

***

            Aku tersenyum, memandangi tempat peristirahatan terakhir Ummi dengan damai. Terlihat bayangan wajahnya yang sendu di balik nisan. Aku merindukanmu, Ummi...

Jumat, 06 September 2013

Cangcimen... I miss you


Soulmate.
Tau, kan, apa itu soulmate? Soul; jiwa, mate; teman. Jadi kalau diartikan dari bahasa Inggris ke Indonesia soulmate itu artinya teman sejiwa. Kalau menurut gue sendiri, soulmate itu teman yang udah klop banget tuh sama kita, saling tahu satu sama lain, segala sisi baik dan buruk kita, dan yang terpenting mereka itu udah sama-sama nerima segala sisi baik atau buruk itu. Sepasang teman yang jiwanya udah klop gak ada yang namanya jaim-jaiman lagi kalau lagi barengan. Ngakak bareng, susah bareng. Ya… gitu, deh.

Dan sekarang gue lagi kangen banget sama teman-teman sejiwa gue itu. Teman-teman gokil semasa SMA yang setiap gue ngumpul sama mereka pasti ada aja bahan untuk diketawain. Pokoknya ngumpul sama mereka tuh bikin gue awet muda deh… 

Tapi sekarang, kurang lebih dua bulan terakhir ini nggak kumpul sama mereka. Gue kangen banget sama kalian, Cangcimen… :( di dunia gue yang baru ini, gue sama sekali belum nemuin teman seasik kalian… belum ada yang bisa diajak curhat, belum ada yang bisa diajak ketawa ngakak tanpa alasan dan perduliin gengsi… belum ada yang bisa ngajarin gue dengan sabar kalau nggak ngerti sama pelajaran di kelas… gue kangen banget seriusan. :( 

Gue kangen main monopoli di rumah Fitri...

 gue kangen main poker di kelas...

gue kangen nonton dvd bareng di proyektor terus foto-foto ...-____-

gue kangen nonton film di pojok belakang kelas...

 gue kangen omegle-an, gue kangen narsis sama kalian...




 kangen gowes....

gue kangen ngobrol sama kalian, gue kangen tidur di kelas dan denger ceritanya klara yang heboh setiap harinya, gue kangen pulang sekolah sama Fitri, karena sekarang tiap pulang kuliah sendirian terus. Ah, gue kangen semuanyaaa…. >,<

           Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Iya, gue tau persis itu. Dan sekarang gue lagi ngejalanin fase-fase perpisahan ini. Satu-persatu dari mereka udah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Mereka lagi ngejar mimpi mereka di tempat yang berbeda-beda. Kita gak lagi ada di gedung yang sama, kita gak lagi menimba ilmu dari guru yang sama, kita gak lagi bisa ngobrol di depan kelas, nggak lagi bisa kasih kue ke yang lagi ulang tahun… ah… kenangannya terlalu banyak. Gue tambah kangen. Yah, tumpah deh nih air mata. (?)

Sejujurmya gue masih belum bisa menyesuaikan diri di dunia yang baru ini. Gue yang aslinya cerewet ini tiba-tiba jadi pendiem. Ya karena itu, belum dapet yang klop dan sehati. Gue… kesepian. :(




Udah deh, segini aja. Mau curhat aja abis bingung maucurhat sama siapa:/

Oh iya... satu cita-cita gue yang belom kecapai sampe sekarang: buat novel dengan karakter tokoh yang diambil dari mereka semua. Yah, namanya juga cita-cita, boleh dong. :p

Pokoknya kita harus ngumpul lagi yaaa suatu saat nanti, Yeay. \^o^/

Selasa, 03 September 2013

Mata Kuliah Olimpisme


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh …

         Baru sempat ngeblog lagi hari ini nih, ceritanya udah mulai kuliah kaaan jadinya agak sibuk gitu… hahaha. Nah, sekarang saya mau ngebahas salah satu mata kuliah yang menarik nih. Sabtu kemarin, tanggal 31 Agustus 2013, saya datang ke kampus untuk mengikuti satu mata kuliah, namanya mata kuliah Olympisme. Awalnya saya pikir mata kuliah itu semacam olahraga gitu kalau di sekolah, ternyata salah… hehehe.

          Jadi, kemarin kelas Olympisme dimulai dari perkenalan dosen kami yang bernama Bapak Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd. tapi beliau meminta kami semua agar memanggilnya Om Jay.  Saya suka mendengarkan beliau bercerita dan bagaimana cara beliau menyampaikan materinya. Sangat santai dan terkadang diselingi dengan lelucon-lelucon yang membuat suasana tidak membosankan. Di awal perkuliahan kami disuruh menyanyikan lagu.

          Materi yang bisa saya simpulkan dari kuliah kemarin adalah memotivasi kami sebagai penerus bangsa untuk memiliki rasa cinta terhadap tanah air, menyadari bahwa tanah air ini memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah ruah yang mungkin tidak dimiliki oleh Negara lain.

          Indonesia mempunyai penduduk ke 4 terbesar di dunia yakni lebih dari 250 Juta, dan soal kecerdasan telah teruji tidak kalah dibanding negara lain. Masyarakatnya pun ramah tamah dan senang tolong menolong. Indonesia juga mempunyai pertambangan (emas, tembaga, mineral, uranium) dan Gas terbesar di Dunia dengan kualitas terbaik. Selain itu, Indonesia mempunyai 3 hutan tropis terbesar di Dunia seluas 39.549.447 Hektar, dengan keaneka ragaman hayati terlengkap di Dunia, letaknya di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Indonesia pun mempunyai lautan terluas di dunia yang dikelilingi dua samudra Pasifik dan Hindia, dengan jutaan ragam spesies ikan dan keindahan taman laut yang tidak ada di negara lain. Tanahnya yang sangat subur untuk berbagai tumbuhan sudah tidak diragukan lagi. Tidak kalah dengan negara lain, Indonesia juga mempunyai potensi wisata yang kaya dengan pemandangan dan daerah wisata yang sangat eksotis dari puncak gunung, dasar laut dan kebudayaan yang beragam. Lagi-lagi tidak dimiliki negara lain.

    Membaca semua fakta-fakta tentang negeri ini seperti yang telah ditulis di atas, membuat saya sangat takjub. Ismail Marzuki menciptakan lagu tentang Indonesia yang berjudul “Rayuan Pulau Kelapa”:

Tanah airku Indonesia,
Negeri Elok Amat Ku Cinta
Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia,
Yang Ku Puja Sepanjang Masa
Tanah Airku Aman Dan Makmur,
Pulau Kelapa Yang Amat Subur

Pulau Melati Pujaan Bangsa,
Sejak Dulu Kala
Melambai-lambai, Nyiur Di Pantai,
Berbisik-bisik, Raja Kelana
Memuja Pulau, Nan Indah Permai,
Tanah Airku Indonesia

   Kami semua menyanyikan lagu ini dengan Khidmat sampai selesai. Setelah itu materi dilanjutkan dengan penjelasan Om Jay tentang perbedaan visi dan misi negeri ini dulu dengan kenyataannya yang sekarang. Seperti contohnya rasa toleransi dansaling menghormati yang telah tertutup oleh ego masing-masing yang saat ini lebih banyak mementingkan diri sendiri, hilangnya rasa sosial dan sifat gotong royong yang merupakan karakter bangsa Indonesia. Lalu pelanggaran HAM di mana-mana, adanya pergeseran perilaku kebarat-baratan dan lain-lain. Juga komunitas perkumpulan pemuda yang kurang dibina secara baik.

         Di mata kuliah ini saya juga merasa termotivasi dengan tulisan ini, 4 kunci sukses untuk menjadi pemenang:
  1. Berani Mencoba. Memulai usaha itu memang beresiko, tetapi tidak memulai usaha akan lebih beresiko lagi
  2. Berani gagal. Hanya untuk orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total (John F. Kenedi)
  3. Berani Sukses. Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, sama dengan seberapa besar kita berani mengambil resiko.
  4. Berani berubah. Kita memang harus punya keberanian berubah (hijrah), sebab dengan berubah kita akan lebih percaya diri dan mandiri karena kita selalu belajar.

KEMAUAN SEBAGAI KUNCI UNTUK MENJADI SEORANG PEMENANG
(Prof. Gay Hendrick & Dr. Kate Ludeman).

         Kesimpulan yang bisa saya ambil dari materi perkuliahan Olympisme kemarin adalah;  kita, sebagai generasi penerus bangsa harus mempunyai rasa cinta terhadap tanah air. Kita sebagai pemuda juga harus menyadari bahwa negeri ini tengah mengalami pergeseran perilaku,karakter asli bangsa ini mulai terkikis dengan budaya-budaya luar. Sebagai generasi penerus kami harus menanamkan jiwa pemenang, dan Olympisme mengajarkan kami bagaimana caranya agar menjadi seorang pemenang.

  

Minggu, 25 Agustus 2013

Sekilas Coretan tentang MPA ... :)


Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh… ^^

      Malem-malem gini iseng mau nge-blog yang udah lama banget nggak diupdate. Kurang lebih dari jaman SMA kali ya… heheee. Wait wait waiiit … dari jaman SMA?? Berarti sekarang udah bukan anak SMA lagi gitu? Oh ya jelaas… jadi ceritanya saya udah jadi anak kuliahan nih sekarang… Baru aja diresmikan kemarin lho. :p

      Jadi ceritanya besok itu hari pertama perkuliahan aktif dimulai, setelah kurang lebih satu minggu yang lalu dilaksanakannya MPA alias Masa Pengenalan Akademik alias lagi ospek kalau yang biasa orang-orang bilang, yang berlangsung di Universitas Negeri Jakarta. Dan di postingan ini, sebenarnya saya mau cerita sedikit tentang kegiatan saya di MPA yang kurang lebih satu minggu terakhir ini, dari briefing, sosialisasi, opening, MPA fakultas, MPA jurusan sampai closing MPA. :D

      Beberapa hari menjelang MPA, para Mahasiswa Baru atau yang lebih akrab disebut MaBa semangat menyambut MPA ini nih. Termasuk saya sendiri, semangat dan antusias banget menyambut MPA walaupun ternyata banyak banget tugas yang harus diselesaikan untuk MPA ini. Atribut seperti nametag, tas, slayer, buku-buku penugasan yang isinya lumayan menguras waktu, tenaga dan otak. :p



     Briefing MPA UNJ 2013

      Jum’at, 16 Agustus 2013. Pukul 05.15 gue sampai di kampus B UNJ Rawamangun, pas-pasan dengan batas waktu yang diberikan panitia. Namanya sih briefing ya, saya pikir Cuma sekedar dikasih arahan dan gambaran tentang MPA nanti, dan gak bakal pulang lama-lama. Tapi ternyataaa … jeng jeng jeeeeng …. Pulang jam 5 sore. Berangkat jam 5 pulang jam 5 juga :D tapi emang bener sih, kami dikasih arahan dan gambaran tentang MPA, apa saja yang akan kami lakukan saat MPA nanti, kami juga diperkenalkan dengan lagu-lagu serta yel-yel yang akan kami nyanyikan nanti pada saat MPA. Selain agar kompak, lagu-lagu itu juga membakar semangat kami untuk mengikuti MPA. Ada Mars UNJ, Hymne UNJ, Totalitas Perjuangan, Lagu Angkatan, Yel-yel dan pekikan “FMIPA BERSATU TAK MUDAH DIKALAHKAN”, “HIDUP MAHASISWA”, “HIDUP RAKYAT INDONESIA”, "UNJ? SATU! UNJ? SATU! UNJ? ONE SOUL ONE SPIRIT!". Saya pribadi langsung jatuh cinta (Eaaa) dengan lagu Totalitas Perjuangan. Dengan lirik dan iramanya yang sangat menggetarkan hati dan dapat langsung melekat di ingatan saya.
Begini lagunya:

TOTALITAS PERJUANGAN

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
Reff:
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Begitu liriknya teman-teman. Tapi lagu lainnya gak kalah seru kooook. :D

Sosialisasi UNJ 2013

      Nah… sosialisasi ini tadinya namanya interview gitu deh, tapi diganti sosialisasi dan aku gak tau kenapa hehehe… :p jadi saat sosialisasi ini, para MaBa diberikan pengetahuan tentang organisasi apa saja yang ada di lingkungan kampus. Ternyata banyak loh teman-teman… ada BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), TankMIPA, LLMJ, Science Club, MUA, dan lain-lain deh. Disana kami disosialisasikan tentang program kerja apa saja yang berlangsung di masing-masing organisasi. Semuanya seru… karena itu bingung juga mau ikut yang mana. :p

Opening MPA UNJ 2013

     Senin, 19 Agustus 2013. Pukul 04.59 saya sampai di Pos Polisi Kayujati, salah satu tempat kami para MaBa untuk checkpoint. Saya nyaris saja telat, hehe :p
Kurang lebih pukul 05.00 seluruh Mahasiswa Baru Universitas Negeri Jakarta harus sudah berkumpul di kampus B UNJ Rawamangun, dari seluruh fakultas seperti Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan tak ketinggalan Fakultas MIPA dan Fakultas Ilmu Keolahragaan sebagai tuan rumah Opening MPA UNJ 2013. Masing-masing fakultas mempunyai atribut masing-masing sebagai identitas mereka, FE dengan warna magentanya, FBS dengan merah muda, FIS dengan merah, FIP hijau, FT biru, FMIPA ungu dan FIK dengan nametag kuning. Masing-masing fakultas menyerukan yel-yel mereka masing-masing. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dari para petinggi Universitas Negeri Jakarta yang saya tidak hapal siapa nama-namanya… :p lalu dilanjutkan dengan tarian daerah, ice breaking dan penurunan bendera masing-masing fakultas dari atap Gedung Serba Guna. Keren bangeeeet. :D

MPA Fakultas MIPA 2013

        Selasa, 20 Agustus 2013. Pukul 04.55 saya sampai di Pos Polisi Kayujati. Lebih cepat 4 menit ya? :p gak papa deh kan yang penting lebih baik dari hari kemarin :D
Di hari ini kampus B tidak seramai kemarin karena peserta MPA gelombang satu sebagian ada di kampus A UNJ. Hanya MaBa Fmipa dan FIK yang ada di kampus B. setelah registrasi saya bersegera ke MUA untuk sholat subuh berjamaah karena tidak sempat sholat di rumah, hehe. Oh iya satu hal yang saya suka berada di kampus ini adalah religius banget, Sholat Awal Waktu dan Tilawah Ba’da Sholat jadi budaya kampus ini. Eh yang ini nanti aja ya diceritainnya :p
        Setelah sholat kami semua berkumpul di samping GSG untuk pengarahan-pengarahan, lalu masuk ke GSG dan melakukan apel pagi yang dipimpin oleh Pak Suyono. Cuma Bapak Suyono yang saya ingat nih… hehehe :p setelah itu banyak materi-materi yang sangat bermanfaat yang diberikan di GSG. Tentang perkuliahan, petinggi-petinggi di FMIPA, dosen-dosennya, tentang apa itu SKS, dunia kampus dan lain sebagainya. Walaupun dengan terkantuk-kantuk saya tetap mendengarkan, hehe. :P
        Kami juga berkumpul dengan para pendamping kelompok fakultas, saya sendiri ada di kelompok 22, dengan pendamping kelpmpok Kak Karlina yang imut-imut dan baik hati. Hehe :3 dan juga masih sangat banyak materi yang diberikan sampai sore, kami pulang tapi sebelum pulang kami dievaluasi terlebih dahulu di lapangan voli. Hehehe… disitu saya sempat takut karena kakak-kakaknya terlihat mengerikan :p peace kakak-kakak ^^v sebenarnya sih gak galak tapi kakak-kakaknya hanya mengevaluasi tentang ketidakdisiplinan para MaBa yang telat, yang tidak membawa atribut dan lain-lain. Saya yakin itu semua mereka lakukan demi mendidik kita agar besok bisa jadi lebih disiplin dan tidak mengulangi lagi kesalahan di hari ini. ^^

MPA Jurusan Matematika UNJ 2013

Rabu, 21 Agustus 2013, saya datang pukul 04.52 WIB. Lebih cepat 3 menit kan? :p
       Hari Kedua MPA… :D hari ini adalah MPA jurusan, pagi-pagi kami berkumpul dulu di GSG untuk apel pagi seperti biasa. Setelah itu masing-masing jurusan diberi arahan untuk ke ruangan masing-masing. Menurut saya pribadi MPA jurusan ini terasa lebih santai sih, lebih sering ketawa. Karena ada hiburan dari kakak-kakak organisasi yang ada di jurusan matematika, dengan yel-yel mereka yang lucu. Hehe. Di hari ini kami juga dikenalkan dengan dosen-dosen yang ada di jurusan matematika loh. Saya sih belum hapal nama-nama dosennya .____. Karena saya itu orangnya pelupa ._. #plak tapi sempat deg-degan juga sih melihat dosen-dosennya, karena beberapa tahun ke depan saya akan selalu berurusan dengan mereka, hehe. .___.
Selain pengenalan-pengenalan kami juga mentoring dengan kakak Hikmah yang unyu-unyu dan seneng banget ketawa :p teruuus juga kami kumpul dengan pendamping jurusan namanya Kak Rizka yang gak kalah unyu. Hehe :D
        Naaah … MPA jurusan ini ternyata gak cuma santai-santai aja, kami juga dievaluasi di akhir-akhir acara. Perihal buku penugasan kami yang rata-rata belum selesai, termasuk buku penugasan saya yang kurang lebih baru dikerjakan 80 persen.
Seusai acara MPA jurusan, kami… dievaluasi lagi… oleh panitia MPAFakultas… di… lapangan… voli…. Jeng jeng ._. pokoknya kalau udah jalan ke lapangan voli tuh bawaannya deg-degan aja gitu, hehe. Di sana kami dievaluasi lagi oleh kakak-kakak panitia, masalag kedisiplinan, tugas yang tidak diselesaikan, dan lain-lain. Pokoknya semuanya dibahas deh! Emosi para kakak-kakak panitia terasa banget sore itu. Menyalahkan kami sebagai peserta tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik. 
        Berbagai macam argument disampaikan teman-teman, tapi sampai puncaknya adalah saat kakak-kakak pendamping disalahkan atas ketidakdisiplinan kami dalam mengerjakan tugas. Di sini adalah puncaknya, saya mulai meneteskan air mata saat kak Faisal dan panitia lainnya melepaskan almamater dan tali nametag yang menjadi identias mereka sebagai panitia. Saat kak Ronny dan Kak Ayu maju ke depan dan membela kami para MaBa, air mata saya mengalir deras. Saya emang cengeng -_____- gak bisa nahan nangis -_____- eh pas saya lihat teman-teman yang lain mereka juga nangis. Yah, saya gak bisa nyeritain secaradetail deh, pokoknya waktu itu tuh mengharukan banget… sampai akhirnya saya mendengar teriakan kak Faisal:
.
“Kalian itu tidak pantas menjadi MABA!!! ………….................. tapi kalian sudah pantas menjadi MAHASISWA!!!” 

kemudian sorakan-sorakan terdengar di mana-mana, tapi saya masih bengong sambil ngelap air mata. o.O
SORE DI HARI ITU TAK AKAN PERNAH TERLUPAKAN, KAKAK-KAKAK!!! :”)

        Dan saatitu juga, kami tau kalau ternyata kakak-kakaknya itu baik-baik bangeeeed pake d! *mulai alay* hehehe :)

Closing MPA UNJ 2013

Sabtu, 24 Agustus 2013.  Saya datang pukul 04.55 lagi. Menurun ya -_-
        Hari ini semua Mahasiswa Baru Universitas Negeri Jakarta berkumpul lagi di Kampus B UNJ. Ini nih yang paling sedih, pas tau kakak-kakaknya ternyata baik, eh malah udahan ._. hari ini gak setegang kemarin-kemarin, kakak-kakak yang biasa pasang tampang jutek hari ini jadi lebih murah senyum. :P kami juga jadi lebih semangat lagi. :D FMIPA BERSATU TAK MUDAH DIKALAHKAN! :D
        Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dari para petinggi UNJ, lalu dilanjut dengan parade(?) dari ORMAWA dan OPMAWA yang ada di Universitas Negeri Jakarta. Rame banget loh. Nyesel kalau gak dateng, hehe. ^^ saya tertarik dengan banyak organisasi, tapi jadi bingung, ya gitu deh. -____-
Sampai acara resmi ditutup pada pukul 16.30 WIB. Sedih. :”)

        Jam 5 sore kami para MaBa FMIPA kembali digiring (?) ke lapangan voli untuk evaluasi lagi hehehe. Tapi evaluasi kali ini lebih banyak senyumnya. :) kami diminta menyanyikan sekali lagi lagu MPA angkatan kami untuk terakhir kalinya bersama-sama. Begini lagunya, guys:

LAGU ANGKATAN MPA FMIPA 2013

Wahai kawan-kawan semua
Kami adalah Maba FMIPA
Datang ke sini, siap menghadapi
Medan juang di MPA
Matematikam biologi, kimia dan juga fisika
Berdiri di sinim satukan semangat
Untuk berjuang bersama-sama
Reff:
Kami adalah para mahasiswa
Siap menjadi pejuang peradaban
Berprestasi, religi, sinergi
Raih kemenangan yang hakiki

Dan MPA hari itu ditutup dengan indah. :)

        Capek? Iya! Pusing? Bisa jadi! Menyesal? Tidak tidak!!! Senang? IYAAAAA!!! :D
Saya sadar, masa-masa ini cuma sekali dalam hidup saya. Walaupun harus begadang sampai larut bahkan pernah tidur hanya satu setengah jam saking gak nyenyaknya tidur kalau tugas belum kelar-kelar… hehee. tapi Alhamdulillah… semua berjalan dengan lancar. Terimakasih semua kakak-kakak panitia yang telah capek-capek mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk membuat acara ini.  terimakasih semua pembelajarannya. Bismillahirrahmannirrahim… insya Allah, saya siap jadi mahasiswa. HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA! FMIPA BERSATU TAK MUDAH DIKALAHKAN! <3 

Wassakamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.