Percakapan singkat itu. Terekam jelas di dalam memoriku. Percakapan singkat itu itu. Yang dengan seketika membius seluruh tubuhku hingga terasa kaku. Sadarkah kamu? Seberapa besar usahaku untuk tetap terlihat tenang saat berada di dekatmu? Raut wajahku yang dengan waktu sesingkat itu berubah karenamu? Detak jantungku yang berpacu lebih cepat dari biasanya? Seulas senyum yang diam-diam merekah di balik jilbab biruku. Apakah kau menyadari itu semua?
Jakarta, 29 Oktober 2013, dengan hati yang sangat bahagia. Salam. ^^
Selasa, 29 Oktober 2013
Jumat, 04 Oktober 2013
DeJavu
Seperti merasa dejavu. Masih ingat orang yang pernah kuceritakan beberapa saat yang lalu? Orang yang selama 3 tahun aku kagumi. Sosok lelaki misterius berkacamata yang jarang sekali berbicara. Aku memanggilnya si mr. Limbad. 3 tahun aku mengaguminya entah karena apa. Sampai sekarang aku merasa ada sosok lain yang mulai membuatku selalu resah. Dia si mr. Alone. Kerjaannya selalu sendirian. Aku gak pernah mengerti kenapa dia suka sekali menyendiri. Tapi itulah yang membuatku tertarik.
Jantungku selalu berpacu lebih cepat, dan aku selalu berusaha menahan napas sekuat tenaga saat berada di dekatnya. Seringkali aku menjadi salah tingkah ketika pandangan kami bertemu. Aku tak tahu ini apa, hanya merasa dejavu. Karena ini perasaan yang sama seperti aku berhadapan dengan mr Limbad. Si cowok irit bicara itu. Mungkinkah kali ini aku kembali jatuh cinta?
Jantungku selalu berpacu lebih cepat, dan aku selalu berusaha menahan napas sekuat tenaga saat berada di dekatnya. Seringkali aku menjadi salah tingkah ketika pandangan kami bertemu. Aku tak tahu ini apa, hanya merasa dejavu. Karena ini perasaan yang sama seperti aku berhadapan dengan mr Limbad. Si cowok irit bicara itu. Mungkinkah kali ini aku kembali jatuh cinta?
Sabtu, 21 September 2013
Resume Olimpisme Minggu Keempat
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kali ini saya mau membahas lagi
materi yang saya dapatkan di perkuliahan olimpisme pertemuan keempat. Sebelum perkuliahan
dimulai, kami membaca Al-qur’an surah Al-baqarah terlebih dahulu seperti biasa.
Judul materi yang kami pelajari hari
Sabtu kemarin adalah “PENYEBARAN OLIMPISME DALAM GERAKAN OLIMPIADE MODERN”.
Sebelum masuk ke materi inti kami
disuguhkan dengan video seorang anak kecil yang tertawan sedang mencuri obat di
sebuah warung, pemilik warung memarahi anak tersebut, lalu datanglah seorang
bapak yang berhati mulia datang untuk menolong anak tersebut dengan membayarkan
obat yang anak kecil tadi curi dan memberinya sebungkus sup karena ibunya
sedang sakit. 30 tahun kemudian, bapak berhati mulia tersebut mengidap penyakit
parah dan memerlukan banyak uang untuk pengobatan. Anak dari bapak tersebut akhirnya menjual
warungnya untuk membayar pengobatan. Tidak disangka ternyata sudah ada yang
membayarkan pengobatan itu dan ternyata dia adalah anak kecil yang beberapa
tahun silam ditolong oleh ayahnya. Pelajaran yang saya ambil dari film ini
menurut saya adalah jangan lah pernah ragu untuk beramal dan menolong orang
lain, karena amal yang kita berikan kepada orang lain saat ini pasti akan dibalas oleh Tuhan suatu
saat nanti dengan bentuk yang lebih besar.
TUJUAN DAN LATAR BELAKANG OLIMPIADE MODERN
Baron Pierre De Coubertin, seorang
bangsawan Perancis menggagas dan membangkitkan kembali semangat Olimpisme. Ide dasarnya
adalah menciptakan kehidupan damai di unia melalui kegiatan olahraga antar
bangsa. Gerakan olimpiade dikorrdinir oleh International Olympic Comitte dan pertama
kali diadakan di Athena padatahun 1896.
Ide gerakan Olimpiade Pierre De
Coubetin adalah mengajak negara-negara di dunia untuk menghidupkan kembali
nilai dan kegiatan olimpiade sebagai solusi konflik sosial, politik akibat dari
konflik dan permasalahan di berbagai bangsa. Kegiatan olimpiade juga diharapkan
dapat memberikan inspirasi dan semangat persaudaraan dalam upada membangun
perdamaian.
OLYMPIC CHARTER
Olympic Charter adalah prinsip dasar
dan anggaran rumah tangga yang telah tersusun secara sitematik yang dipakai
sebagai pedoman oleh IOC dalam melaksanakan gerakan olimpiade seluruh dunia. Tugasnya
adalah mengatur pengorganisasian dan pelaksanaan gerakan olimpiade dan menetapkan
aturan dalam pelaksanaan penyelenggaraan pertandingan olimpiade.
TUJUAN GERAKAN OLIMPIADE
1. Mempromosikan dan menyebarluaskan
paham yang terkandung dalam olimpiade secara umum dan menanamkan nilai filosofi
sebagai dasar pembentukan fisik dan pengembangan moral manusia.
2. Mendidik generasi muda melalui
olahraga yang dilandasi oleh semangat saling pengertian dan persaudaraan
antarbangsa yang lebih baik.
3. Menyebarluaskan prinsip olimpiade ke
seluruh dunia
4. Mempertemukan atlet dunia dalam suatu
festival olahraga internasional
FILOSOFI
SIMBOL OLIMPIADE
5 cincin dengan 5 warna : biru,
kuning, hitam, hijau, merah dengan latar belakang putih menggambarkan wakil
dari 5 benua, yakni: Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia serta 5 warna
yang merupakan warna bagian dari bendera masing-masing negara. Diciptakan oleh
B pierre de Coubertin pada tahun 1914 di kongres olimpiade di Antwerpen.
Struktur organisasi grakan olimpiade
(IOC) diantarnya, IOC adalah organisasi internasional non-govermental
non-profit organisation(NGO), merupakan pendiri pelaksana gerakan olimpiade,
pemegang hak untuk simbol, bendera dan penyelenggaraan olimpiade musim panas
dan olimpiade musim dingin, IOC membawahi komite-komite olimpiade di setiap
kontinental yaitu : ANOCA, EOC,OCA, PASO dan ONOC. Gambar berikut adalah ketua
IOC dari tahun 1894 sampai sekarang:
PERAN IOC
DALAM GERAKAN OLIMPIADE MODERN
1. Mendorong terjadinya koordinasi,
pengorganisasian dan pengembangan olahraga dan kompetisi olahraga
2. Bekerja sama dengan pihak public maupun
swasta yang memiliki kewenangan dalam penerapan olahraga
3. Menyelenggarakan pertandingan
olimpiade musim panas dan musim dingin
4. Bekerja sama dengan intuisi olahraga
internasional dan nasional
Ini merupakan
struktur gerakan olimpiade:
PROGRAM
PERGERAKAN OLIMPIADE DAN YANG MENJADI PERHATIAN IOC
1. Pertandingan olimpiade
2. Olahraga untuk semua kalangan
3. Akademi olimpiade
4. Penanaman olimpisme
5. Winning, taking part and The
universality of the game
6. Solidaritas antar negara peserta
olimpiade
7. Pengembangan museum
8. Pelestarian lingkungan
9. Upaya gencatan senjata
1. Dukungan kepada PBB
1. Pertandingan penyandang cacat
2. Olimpiade Junior
1. Dan gerakan olimpiade lainnya
Setelah itu Om Jay memutarkan film
yang berjudul hidup itu singkat. Dan diputarkan juga cuplikan film Sang
Pencerah. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang Partisipasi Indonesia dalam Gerakan Olimpiade. Indonesia juga
mempunyai banyak atlit yang ikut serta dalam olimpiade. Berikut ini adalah atlit-atlit
yang berprestasi dalam olimpiade:
Kuliah ditutup dengan pemutaran
video klip Jangan Menyerah dari D’masiv. Sekian resume dari perkuliahan
Olimpisme hari Sabtu, 21 September 2013. Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Sabtu, 14 September 2013
Mata Kuliah Olimpisme Hari Ke-3
Assalamualaikum
teman-teman…
Malam ini saya ingin membahas materi
baru lagi yang saya dapatkan di mata kuliah olimpisme hari Sabtu, 14 September
2013. Seperti biasa, budaya yang kami lakukan tiap memulai pelajaran dibuka
tilawah bersama-sama. Sabtu kemarin, Omjay meminta kami untuk datang 30 menit
lebih awal dan kami disuruh untuk membawa makanan untuk dilahap bersama-sama
dengan teman-teman di kelas, lauk yang kami bawa serentak sama semua yaitu nasi
dan telor, kompak banget kan yaaa? Hehehe. Dengan kebiasaan ini kami belajar
tentang kebersamaan.
Sebelum masuk ke dalam materi inti,
Omjay menyuguhkan kami sebuah film pendek yang dibuat oleh salah siswa di
labschool yang berjudul “Save Our Park”. Dalam film pendek itu diceritakan
tentang anak laki-laki yang senang bersepeda di taman menteng dan sangat
menyukai taman, karena taman memiliki banyak sekali manfaat untuk kota ini.
Jadi kita harus bisa menjaga taman-taman yang ada di sekitar kita dengan baik.
Setelah itu, kami menyanyikan lagu Bangun Pemudi-Pemuda bersama-sama, untuk
meningkatkan semangat kita dalam belajar.
Nah, judul materi yang kami pelajari
hari ini adalah “FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM OLIMPISME”. Pertama kami
diberikan pemahaman tentang istilah
olimpisme. Olimpisme itu berasal dari kata Olimpic/Olimpia dan Ism/Isme.
Olimpic adalah sebuah nama tempat di Athena yang digunakan untuk aktifitas
festival olahraga oleh bangsa Yunani kuno. Sedangkan Isme adalah sebuah faham
ajaran yang merupakan system atau tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai
bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
Definisi Olimpisme secara menyeluruh adalah dasarfundamental dan
filosofi kehidupan (paham/ajaran) yang mencerminkan dan mengkombinasikan
keseimbangan antara jasmani dan rohani . Serta mengharmonikan antara kehidupan
keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan sehingga menciptakan keselarasan
kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai-nilai
pendidikan yang baik dan penghargaan.
Itulah pengertian Olimpisme yang
Omjay jelaskan kepada kami. Setelah itu Omjay memutarkan lagi sebuah film yang saya
lupa judulnya apa, di dalam film pendek itu dimulai dengan dua laki-laki dewasa
yang memakan jaket berisi penuh dengan barang-barang yang mereka curi dari
sebuah supermarket, lalu saat mereka berjalan pulang mereka menemukan tulisan
di badan sebuah mobil pengangkut barang yang menyadarkan mereka, setelah itu
mereka sadar dan mengembalikan lagi barang-barang yang mereka ambil dari
supermarket. Film pendek itu berakhir dengan tawa kami bersama-sama. Dari film
itu saya menyimpulkan bahwa setiap manusia pasti pernah ingin atau berniat
untuk membuat kesalahan dan khilaf, tapi manusia yang baik adalah mereka yang
menyadari bahwa mereka salah dan mereka harus keluar dari kesalahan itu.
Setelah itu materi kembali
dilanjutkan dengan visi olimpisme, visi olimpisme adalah “Menempatkan Olahraga
di mana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam
usaha membangun masyarakat yang damai dengan saling menghormati”. Paradigma
Olimpisme sendiri dalam Olimpiade adalah “Prestasi olahraga bukan yang utama
untuk atlet dalam suatu kompetisi, melainkan untuk kemuliaan manusia. Karena
itu olimpiade ditetapkan sebagai filosofi dan prinsip dasarnya, maka
diskriminasi antar ras, agama dan hal-hal lain yang menimbulkan perpecahan
dihilangkan.
Pierre De Coubertin sebagai Founder
of IOC mengatakan “To
educate young peoples through sport in a spirit of better understanding between
each other and friendship. Thereby helping to build a better and more peaceful
world.” yang kurang
lebihberarti bahwa Olimpiade ini ditujukan untuk mendidik para pemuda dalam
berolahraga dalam semangat yang lebih baik dan juga persahabatan, untuk
membangun dunia yang lebih baik dan damai.
Pernyataan itu diamini oleh, Jacques
Ragge selaku President of IOC, “Our world today is in need of peace, tolerance and brotherhood. The
values of olimpic games can deliver there us” yang berarti bahwa dunia kita ini butuh kedamaian,
toleransi dan persaudaraan. Dan olimpisme memberikan kita semua itu.
OLIMPICS MAKE ONE WORLD
Olimpisme menyatukan seluruh dunia,
dari 5 benua yang ada di dunia ini disatukan dalam bendera lambag olimpiade.
Seperti itulah tujuan olimpisme sebenarnya, menyatukan seluruh dunia dalam
perhelatan olimpiade untuk menumbuhkan rasa persaudaraan antar negara.
Ada lagi nih… Value of the Olimpic
games motto: “Cittius,
Altius, Fortius” yang
berarti “Lebih cepat,
lebih tinggi dan lebih kuat”. Motto tersebut diusulkan oleh Father Henri Didon. Lalu pertanyaannya adalah
Apakan motto tersebut masih relevan di kehidupan sekarang ini? beberapa teman
saya berpendapat dan saya simpulkan bahwa motto tersebut masih relevan justru
di kehidupan sekarang ini, dengan era globalisasi dan teknologi yang makin
canggih, persaingan makin ketat untuk bisa hidup di masa sekarang ini, maka
dari itu kita harus sigap dalam bersikap, lebih tinggi dalam berilmu dari yang
lain dan lebih kuat menghadapi segala persoalan kehidupan. Karena apabila kita
tidak melakukan itu semua, kita akan kalah dan tidak bisa bertahan menghadapi
kehidupan sekarang ini.
Berikut ini adalah peningkatan
prestasi manusia dari olimpiade dulu sampai sekarang:
·
Tahun
60-an --> 1,72 m
·
Tahun
80-an --> 2,02 m
·
Tahun
2000-an --> 2,35 m
Ini adalah penemuan kapasitas
prosesor computer:
·
Tahun
60-an --> kilobyte
·
Tahun
80-an --> gigabyte
·
Tahun
2000-an --> terabyte
Setiap orang itu dilahirkan untuk
menjadi seorang pemenang. Maka dari itu kita harus mempunyai motto hidup kita
yaitu “LIVING EXCELLENT!”, jadilah yang terbak dengan bekerja keras, berjuang
hingga akhir alias pantang menyerah, fokuslah terhadap pencapaian prestasi,
teruslah belajar untuk mendapatkan proses yang tepat untuk pencapaian prestasi
terbaik, dan harus menjaga keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi atau
keinginan dan kekuatan mental.
Motto kedua yang harus ditanamkan
dalam diri adalah “LIVING RESPECT!” ini sangat penting untuk kita, karena dalam
hidup kita harus bisa menghargai orang lain agar diri kita juga dihargai.
Setiap masing-masing manusia punya perbedaan yang ingin untuk dihargai, seperti
perbedaan pendapat, keyakinan, budaya, suku/ras dan bangsa, hak-hak sebagai
manusia dan pencapaian prestasi atau kesuksesan seseorang.
Sebelum memulai ke motto yang
ketiga, Omjay menyelipkan sebuah film pendek yang berjudul “Tree”, film pendek
ini dimulai dengan gambaran keadaan sebuah kota yang sangat penuh sesak karena
macet yang disebabkan oleh batang pohon tumbang yang menghalangi jalan. Semua
orang-orang yang ada di sana hanya bisa mengeluh dan tidak melakukan apa-apa sampai
seorang anak kecil berjalan mendekati pohon itu dan berusaha sekuat tenaga
untuk mendorongnya ke pinggir jalan. Orang-orang yang ada di sekitarnya melihat
dengan bingung, tak lama kemudian datang lagi anak-anak kecil yang membantu
anak itu mendorong batang pohon tumbang tersebut dari jalan raya. Setelah itu
baru lah orang-orang dewasa yang tadi hanya bisa mengeluh ikut membantu
anak-anak kecil itu mendorong pohon dan akhirnya pohon tumbang itu berhasil
dipinggirkan dan jalan bisa dilewati lagi sebagaimana mestinya. Film itu
diakhiri dengan kesimpulan yang Omjay berikan, bahwa kita hidup harus bisa jadi
pelopor, bukan hanya jadi pengekor.
Lanjut ke motto yang ketiga yaitu
“LIVING FRIENDSHIP”, yang terkandung di dalamnya adalah nilai-nilai
persahabatan, berempati dan bersimpati kepada orang lain, kerjasama, saling
memberi dan melayani, dan saling mendukung. Sekarang ini, nilai-nilai seperti
yang saya sebutkan di atas sudah mulai memudar dalam kehidupan masyarakat
perkotaan. Banyak perpecahan di mana-mana ditandai dengan maraknya aksi tawuran
antar pelajar, tawuran antar desa, kumpulan-kumpulan pemuda yang menghabiskan
energinya untuk hal-hal yang tidak berguna bahkan bisa merusak diri mereka
sendiri. Padahal yang mereka perangi adalah saudara-saudara mereka sendiri,
saudara mereka satu tanah air.
Martin Luther King mengatakan: “I have a dream that one day this
nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these
truths to be self-evident: that all men are created equal.” I have a dream that
my four children will one day live in a nation where they will not be judged by
the color of their skin but by the content of their character. I have a dream
today.” Yang berarti
Martin Luther King bermimpi bahwa suatu hari bangsa ini akan bangkit, dan ia
memegang kebenaran bahwa semua manusia diciptakan adalah sama. ia bermimpi
keempat anaknya bisa hidup dengan tidak dibedakan dari warna kulit mereka tapi
dengan karakter mereka.
Ada 7 konsep dalam pembentukan nilai
moral dalam olimpiade, yaitu adalah kesempurnaan dalam kinerja, berpartisipasi
dengan kegembiraan dan kesenangan, kejujuran dalam berkompetisi, rasa horman
terhadap sesame tanpa memandang perbedaan bangsa, budaya, suku maupun
orang-perorang, pengembangan kualitas manusia, kepemimpinan yang dilandasi oleh
kebersamaan berlatih, bekerja dan berkompetisi, yang terakhir adalah kedamaian
antarbangsa.
Penjabaran nilai-nilai gerakan
olimpiade dan olimpisme secara lebih luas dalam kehidupan juga dijelaskan oleh
Omjay yaitu, tujuan jangka panjang dengan kata lain adalah visioner, kita
sebagai manusia juga generasi muda harus mempunyai visi dalam menjalani
kehidupan ini. Yang kedua adalah kedamaian, olimpiade sanga menjunjung tinggi
kedamaian. Lalu tidak diskriminatif dengan tidak membeda-bedakan orang lain
berdasarkan warna kulit, suku, ras dan agama karena sejatinya kita ini adalah
sama. Kita juga harus bisa saling memahami orang lain. Lalu persahabatan, sudah
sangat jelas kalau tujuan olimpiade adalah untuk menyatukan persahabatan antar
dunia. Solidaritas juga diperlukan dalam olimpiade agar timbul kekompakan antar
peserta. Yang terpenting adalah kita harus Fair Play, artinya kita harus jujur,
adil dan wajar dalam olimpiade, tidak boleh curang. Masih banyak nilai-nilai
lainnya seperti keunggulan, kesenangan, meghargai, mengembangkan diri,
kepemimpinan, semangat pantang menyerah dan kerja sama atau sinergi yang
pastinya teman-teman sudah tahu maksud dari itu semua.
Selesai sudah materi yang saya
dapatkan dan telah saya bagikan hari ini. Perkuliahan kami diakhiri dengan kuis
yang diberikan Omjay sebanyak 2 soal.
Sampai ketemu di postingan berikutnyaa! ;D
Langganan:
Postingan (Atom)






